Meneladani Semangat Sumpah Pemuda dengan Hati yang Beriman

Meneladani Semangat Sumpah Pemuda dengan Hati yang Beriman
04
Rabu, 4 Februari 2026

Meneladani Semangat Sumpah Pemuda dengan Hati yang Beriman


Ditulis Oleh: Ustadzah Rifany Fadilah (Guru SDIT Al - Imam Kuningan)

Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, tonggak sejarah yang melahirkan semangat persatuan dan cinta tanah air. Pada hari itu, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul dan mengikrarkan satu tekad: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan Indonesia.

Sumpah yang lahir dari hati itu bukan sekadar suara, tetapi cahaya yang menuntun langkah bangsa hingga hari ini.

Ia menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan anugerah yang menyatukan kita.

 

Semangat Itu Hidup di SDIT Al Imam

Di SDIT Al Imam, semangat Sumpah Pemuda kami hidupkan setiap hari, melalui ilmu, iman, dan akhlak yang ditanamkan sejak dini. Kami percaya, mencintai tanah air adalah bagian dari iman, dan belajar dengan sungguh-sungguh adalah bentuk perjuangan masa kini.

Setiap guru menjadi teladan, setiap doa menjadi kekuatan, dan setiap anak adalah harapan bagi Indonesia yang beradab dan beriman.

“Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” — Ir. Soekarno

Kata-kata Bung Karno itu menggema hingga kini, mengingatkan kita bahwa kekuatan bangsa tidak hanya lahir dari jumlah, tetapi dari semangat, keberanian, dan iman yang kokoh di dada para pemuda.

 

Namun jauh sebelum itu, Islam pun telah memuliakan peran pemuda. Sebagaimana ucapan indah dari Umar bin Khattab r.a.:

“Aku tidak melihat ada sesuatu yang lebih menakjubkan daripada seorang pemuda yang memiliki semangat dan akhlak mulia.”

Keduanya mengajarkan hal yang sama, bahwa pemuda sejati bukan hanya kuat jasmani, tetapi juga teguh dalam iman, berilmu, dan berakhlak tinggi.

Di ruang-ruang kelas SDIT Al Imam, semangat itu tumbuh dalam wujud sederhana: anak-anak yang belajar dengan tekun, berdoa dengan tulus, dan saling menghargai dalam perbedaan. Mereka belajar bahwa mencintai Allah dan tanah air bisa berjalan beriringan, karena keduanya lahir dari hati yang penuh syukur dan cinta.

 

Cahaya Harapan untuk Negeri

Dari langkah-langkah kecil yang penuh doa, akan lahir generasi yang membawa cahaya bagi bangsa. Generasi yang menuntun dengan ilmu, menebar kasih dengan iman, dan membangun negeri dengan kebaikan.

Semoga semangat Sumpah Pemuda terus hidup di dada setiap anak bangsa, menjadi api yang tak pernah padam dalam perjalanan Indonesia menuju keberkahan.

Selamat Hari Sumpah Pemuda!                                                                                                   

Mari kita bersatu, bangkit, dan tumbuh bersama,dengan iman di dada, ilmu di kepala, dan cinta tanah air di hati✨

Salam hangat dari keluarga besar SDIT Al Imam.                                                             

Bersatu dalam iman, tumbuh dalam kebaikan, dan berjuang untuk Indonesia yang diridhai Allah SWT.

Developed By INOVINDO WEB